Pengolahan Citra
- Jul 16, 2017
- 3 min read
1. Bagaimana cara mengubah citra berwarna menjadi gray scale !
Jawab :
Mengambil semua pixel kemudian setiap warna pada pixel akan diambil nilai dari 3 warna dasar (R,G,B). Rumus :

Ketiga warna ini akan dijumlahkan dibagi 3 sehinggan akan mendapatkan nilai rata-rata. Nilai inilah yang akan menjadi grayscale.
2. Jelaskan cara mengatur jumlah derajat keabuan pada citra dengan Thresholding !
Jawab :
Thresholding digunakan untuk mengatur jumlah derajat keabuan yang ada pada citra. Dengan menggunakan thresholding maka derajat keabuan bisa diubah sesuai keinginan, misalkan diinginkan menggunakan derajat keabuan 16, maka tinggal membagi nilai derajat keabuan dengan 16. Proses thresholding ini pada dasarnya adalah proses pengubahan kuantisasi pada citra, sehingga untuk melakukan thresholding dengan derajat keabuan dapat digunakan rumus:

dimana :
w adalah nilai derajat keabuan sebelum thresholding
x adalah nilai derajat keabuan setelah thresholding

Untuk gambar yang berwarna terlebi dahulu diubah menjadi grayscale kemudian di thresholding. Thresholding yang tinggi, hamper tidak tampak perbedaan, tetapi pada nilai yang kecil seperti 2,4,8 dan 16 akan tampak perbedaan. Untuk thresholding 2 ini akan sama dengan mengubah citra menjadi citra biner.
Berikut ini contoh thresholding mulai di 256, 16, 4 dan 2.

Gambar 3.2. Contoh thresholding
Untuk mencoba melakukan proses thresholding, perlu dibuat program untuk dapat mengubah-ubah nilai tresholding sesuai keinginan. Sehingga perlu ditampilkan dua citra, yaitu citra asli (gray-scale) dan hasil thresholdingnya dengan nilai thresholding yang ditentukan melalui input seperti terlihat pada gambar 3.2.
3. Tuliskan prinsip-prinsip filtering pada citra !
Jawab :
Mengambil fungsi citra pada frekuensi-frekuensi tertentu.
Membuang fungsi citra pada frekuensi-frekuensi tertentu.
Gambar selalu berada pada frekwensi rendah, hal ini karena setiap titik pada gambar mempunyai banyak kemiripan warna dengan titik-titik tetangganya.
Bila suatu gambar menunjukkan frekwensi tinggi maka pada gambar tersebut banyak titik yang nilai gray-scalenya (warna) yang berbeda jauh dengan titik-titik tetangganya.

4. Tuliskan ciri-ciri low pass filter pada citra dan bagaimana hasilnya !
Jawab :
Low pass filter adalah proses filter yang mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang halus dan perbedaan intensitas yang tinggi akan dikurangi atau dibuang.
Ciri-ciri dari fungsi low-pass filter adalah sebagai berikut:
Semua nilainya positif dan jumlah dari semua nilainya sama dengan satu
Contoh kernel untuk low pass filter :
Hasil low pass filter (penerapan konvolusi menggunakan kernel #2) :

5. Tuliskan ciri-ciri low pass filter pada citra dan bagaimana hasilnya !
High pass filter adalah proses filter yang mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang tinggi dan perbedaan intensitas yang rendah akan dikurangi atau dibuang.
Ciri-ciri dari fungsi low-pass filter adalah sebagai berikut :
Nilai-nilainya terdiri positif, nol dan negatif, dan jumlah dari semua nilainya sama dengan nol

Apabila dikenakan pada area dengan perubahan aras keabuan yang lambat (frekuensi rendah),hasil berupa nol atau nilai yang sangat kecil.
Apabila dikenakan pada area yang perubahan aras keabuannya cepat (frekuensi tinggi), hasil konvolusi bernilai sangat besar.
Contoh dari high pass filter :

Hasil dari high pass filter :

6. Hitunglah konvolusi dari :

Jawab :

7. Hitunglah konvolusi dari :

Jawab :

8. Tuliskan prinsip-prinsip deteksi tepi pada citra !
Jawab :
Menandakan bagian yang menjadi detail citra.
Memperbaiki detail dalam citra yang kabur yang terjadi karena error.
9. Tuliskan beberapa macam metode tepi yang umum digunakan !
Jawab :
Metode tepi Robert adalah teknik differensial yang dikembangkan diatas, differensial araha horizontal dan differensial arah vertical. Teknik konversi biner setelah dilakukan differensial, disarankan konversi biner dengan meratakan distribusi warna hitam dan putih.
Metode tepi Prewit adalah pengembangan metode prewit dengan menggunakan filter high pass filter(HPF) yang satu angka 0 penyangga. Metode inimengambil prinsip dari fungsi laplacian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF.
Metode tepi sobel adalah pengembangan metode Robert dengan menggunakan filter HPF yang diberi 1 angka 0 penyangga. Metode ini mengambil prinsip dari fungsi laplacian dan Gaussian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF. Kelebihan metode sobel ini adalah kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi.
Metode tepi Canny adalah deteksi tepi yang optimal. Operator canny menggunakan Gaussian derivative kernel untuk menyaring kegaduhan dari citra awal untuk mendapatkan hasil deteksi tepi yang halus.
10. Tuliskan filter mask (=H) yang digunakan pada masing-masing metode tepi !
Jawab :

Semoga bermanfaat;









































Comments